This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 09 Maret 2012

Bunga Cantik Mematikan









Apiun untuk narkotika diperoleh dengan cara menyayat buahnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket. Setelah kering, getah tersebut akan berubah warna menjadi kecoklatan. Kandungan getah tersebut berisi campuran narkotika alami alkaloid, termasuk morfin dan kodein. Morfin adalah acetylated untuk menghasilkan diacetylmorphine (atau lebih dikenal sebagai heroin).



Apiun adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah).

Pada mulanya, pengonsumsi Apiun akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.


Jika seseorang ketagihan, maka Apiun akan menjadi bagian yg melekat di hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi Apiun dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastis. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya akan terus menyusut.

Kamis, 16 Februari 2012

Selasa, 24 Agustus 2010

Queen - I want to break free

Sabtu, 07 Agustus 2010


Dengan munculnya isu global warming, orang Eropa mulai menciptakan bangunan ramah lingkungan, disertai taman vertikal. Di kota-kota besar di Indonesia, masih jarang ada bangunan seperti itu. Namun, ada yang mulai mencoba menanam tanaman di pot yang disusun ke atas. Atau, memakai tanaman rambat di dinding."

Model taman vertikal yang ada di luar negeri sangat sederhana, dengan tanaman rambat atau tanaman di pot yang dibuat di tiang-tiang bangunan. Meskipun sederhana dan dipilih tanaman yang murah, tetapi mampu menampilkan suasana hijau dan segar bagi lingkungan sekitarnya.

Menempatkan tanaman agar bisa tumbuh di dinding perlu sedikit trik, mengingat jauh lebih sulit menanam dalam kondisi vertikal dibandingkan posisi biasa. Jadi, diperlukan wadah atau modul yang tepat agar tanaman tetap tumbuh dan tak cepat mati.

Batu Bata & Pralon

Foto: Koleksi Agung Yuswanto; Nove/ NOVA

Wadah yang pas untuk taman vertikal ini Agung dapatkan dari Kanada, semacam planel atau modul plastik berlubang-lubang. "Harganya sekitar 55 dolar Kanada. Di Indonesia masih mahal, mencapai 75 Dolar Kanada. Desainnya memang lebih bagus karena khusus dibuat untuk taman vertikal, meski bentangannya tak terlalu lebar."

Oleh karena modul taman vertikal made in Kanada masih tergolong mahal, Agung lalu beralih ke produk Amerika seharga 25 dolar Amerika. Namun, Agung tak patah arang. Untuk mendapatkan cara dan alat lebih murah, ia mencoba pakai batu bata dan pralon.

Dengan batu bata biaya per meternya sekitar Rp 225, tetapi belum termasuk ongkos tukang, media tanam, dan tanamannya. Pralon yang dipakai pun bukan sembarang pralon, melainkan harus pralon berbahan bagus. "Pralon murah bisa cepat retak karena nanti tak kuat menahan pertumbuhan akar tanaman.

"Jika pakai modul buatan luar negeri, bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk dinding sepanjang 20 meter, dengan modul 50 x 60 cm. Belum lagi modul harus ditempel satu persatu di dinding."

Terkadang, kata Agung, banyak orang tak sabar saat membuat taman vertikal karena tanaman memang harus ditanam satu per satu. Caranya memang bukan langsung menanam tanaman besar di dinding. Tetapi, tanaman ditanam mulai dari sebesar biji. Tanaman akan beradaptasi, akarnya berkembang, kuat, dan tak akan jatuh."

Krokot & Lantana
Membuat taman vertikal yang stabil dan tak mudah roboh membutuhkan waktu 3-3,5 bulan, tergantung jenis tanamannya. Semua jenis tanaman yang bersifat tahunan bisa dipakai untuk taman vertikal. Bila memilih tanaman penutup tanah seperti krokot atau lantana, akan lebih mudah tumbuh.

Mengapa memakan waktu sampai 3,5 bulan? "Modulnya masih diimpor, mulai dari memesan, merakit, dan menanam. Memang tak bisa buru-buru dan biayanya pun tak murah, dan bukan sekadar menanam saja karena hasilnya toh berbeda dengan taman biasa."

Kendati demikian, tingkat kegagalan membuat taman vertikal masih bisa terjadi meski hanya sekitar 1-2 persen saja. Lain halnya bila pakai modul produk Kanada yang sudah dalam posisi siap pakai. „Dua hari pengerjan saja bisa selesai, bahkan bisa langsung menanam tanaman besar. Tapi biayanya tentu jauh lebih mahal."

Media tanam untuk taman vertikal sebaiknya jangan pakai tanah karena akan mengeras dan pertumbuhan tanaman jadi lebih jelek. Agung menyarankan, sebaiknya pakai sekam bakar, cocopeat, dan rumput laut yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan air di media tanam.

Bila lupa menyiram taman vertikal, rumput laut bisa mengeluarkan cadangan air sebagai nutrisi sehingga kondisi tanaman tetap segar. Agar tanaman tumbuh indah, imbuh Agung, sebaiknya dilakukan penyiraman sehari sekali. Sayangnya, oleh karena biaya dan cara pembuatannya kurang praktis, masih banyak orang enggan membuat taman vertikal.

Manfaat Taman Vertikal
1. Menambah keindahan alami lingkungan
2. Menciptakan taman cantik di lahan terbatas
3. Menahan panas dari luar
4. Mengurangi tingkat kebisingan suara
5. Mengurangi polusi udara
6. Menangkap partikel-partikel kotoran
7. Mengurangi efek tampias hujan
8. Meningkatkan suplai oksigen

Senin, 17 Mei 2010

Penelitian desk studi simulasi zonasi curah hujan untuk periode 1950-1979 dan periode 2010-2039 beserta anomalinya terutama untuk musim hujan (Maret sampai Oktober) dilaksanakan pada tahun 2002. Anomali zonasi curah hujan merupakan selisih kejadian hujan (mm) pada periode inisial (1950-1979) dengan periode berikutnya (2010-2039), dengan menggunkan model ARPEGE (Action de Recherche Petite Echelle Grande Echelle) Climat versi 3.0. Besaran curah hujan yang ditampilkan merupakan keadaan curah hujan rataan bulanan pada kedua periode tersebut. Koordinat yang dipilih berkisar antara 25° Lintang Utara dan Lintang Selatan serta berkisar 150° Bujur Timur. Selain itu, dianalisis zonasi temperatur maksimal dan temperatur minimal untuk ketinggian 2 m di atas permukaan tanah dan evaporasi (mm). Untuk melihat perubahan frekuensi kejadian hujan sepanjang tahun 1980 sampai 2000 pada kondisi lapang, dilakukan analisis frekuensi untuk parameter curah hujan dan temperatur pada dua periode pengamatan: periode 1980-1990 dan 1991-2000. Data iklim hasil pengamatan tersebut diperoleh dari stasiun klimatologi Tamanbogo, Lampung Tengah (105°05’ BT ; 5°22’ LS ; 20 m dpl) dan Genteng, Jawa Timur (114°13’ BT ; 8°22’ LS ; 168 m dpl). Pada periode 2010-2039 diprakirakan akan terjadi peningkatan jumlah curah hujan di atas wilayah Indonesia, yang ditandai dengan perubahan zonasi wilayah hujan dengan anomali positip zona konveksi, peningkatan temperatur, dan evaporasi terutama pada zona konveksi tertinggi di sepanjang selat Malaka, Laut Banda, Laut Karimata, dan Laut Arafura. Perubahan kualitas dan kuantitas curah hujan, khususnya curah hujan 100-150 mm/hari secara signifikan (59% dan 100%) pada stasiun sinoptik Tamanbogo dan Genteng telah terjadi pada periode 1991-2000.
Sumber : http://balitklimat.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=129&Itemid=9

Rabu, 07 April 2010

Ayo Menanam jagung


Waktunya menanam jagung