This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 24 Agustus 2010
Sabtu, 07 Agustus 2010

Dengan munculnya isu global warming, orang Eropa mulai menciptakan bangunan ramah lingkungan, disertai taman vertikal. Di kota-kota besar di Indonesia, masih jarang ada bangunan seperti itu. Namun, ada yang mulai mencoba menanam tanaman di pot yang disusun ke atas. Atau, memakai tanaman rambat di dinding."
Model taman vertikal yang ada di luar negeri sangat sederhana, dengan tanaman rambat atau tanaman di pot yang dibuat di tiang-tiang bangunan. Meskipun sederhana dan dipilih tanaman yang murah, tetapi mampu menampilkan suasana hijau dan segar bagi lingkungan sekitarnya.
Menempatkan tanaman agar bisa tumbuh di dinding perlu sedikit trik, mengingat jauh lebih sulit menanam dalam kondisi vertikal dibandingkan posisi biasa. Jadi, diperlukan wadah atau modul yang tepat agar tanaman tetap tumbuh dan tak cepat mati.
Batu Bata & Pralon
Foto: Koleksi Agung Yuswanto; Nove/ NOVA
Wadah yang pas untuk taman vertikal ini Agung dapatkan dari Kanada, semacam planel atau modul plastik berlubang-lubang. "Harganya sekitar 55 dolar Kanada. Di Indonesia masih mahal, mencapai 75 Dolar Kanada. Desainnya memang lebih bagus karena khusus dibuat untuk taman vertikal, meski bentangannya tak terlalu lebar."
Oleh karena modul taman vertikal made in Kanada masih tergolong mahal, Agung lalu beralih ke produk Amerika seharga 25 dolar Amerika. Namun, Agung tak patah arang. Untuk mendapatkan cara dan alat lebih murah, ia mencoba pakai batu bata dan pralon.
Dengan batu bata biaya per meternya sekitar Rp 225, tetapi belum termasuk ongkos tukang, media tanam, dan tanamannya. Pralon yang dipakai pun bukan sembarang pralon, melainkan harus pralon berbahan bagus. "Pralon murah bisa cepat retak karena nanti tak kuat menahan pertumbuhan akar tanaman.
"Jika pakai modul buatan luar negeri, bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk dinding sepanjang 20 meter, dengan modul 50 x 60 cm. Belum lagi modul harus ditempel satu persatu di dinding."
Terkadang, kata Agung, banyak orang tak sabar saat membuat taman vertikal karena tanaman memang harus ditanam satu per satu. Caranya memang bukan langsung menanam tanaman besar di dinding. Tetapi, tanaman ditanam mulai dari sebesar biji. Tanaman akan beradaptasi, akarnya berkembang, kuat, dan tak akan jatuh."
Krokot & Lantana
Membuat taman vertikal yang stabil dan tak mudah roboh membutuhkan waktu 3-3,5 bulan, tergantung jenis tanamannya. Semua jenis tanaman yang bersifat tahunan bisa dipakai untuk taman vertikal. Bila memilih tanaman penutup tanah seperti krokot atau lantana, akan lebih mudah tumbuh.
Mengapa memakan waktu sampai 3,5 bulan? "Modulnya masih diimpor, mulai dari memesan, merakit, dan menanam. Memang tak bisa buru-buru dan biayanya pun tak murah, dan bukan sekadar menanam saja karena hasilnya toh berbeda dengan taman biasa."
Kendati demikian, tingkat kegagalan membuat taman vertikal masih bisa terjadi meski hanya sekitar 1-2 persen saja. Lain halnya bila pakai modul produk Kanada yang sudah dalam posisi siap pakai. „Dua hari pengerjan saja bisa selesai, bahkan bisa langsung menanam tanaman besar. Tapi biayanya tentu jauh lebih mahal."
Media tanam untuk taman vertikal sebaiknya jangan pakai tanah karena akan mengeras dan pertumbuhan tanaman jadi lebih jelek. Agung menyarankan, sebaiknya pakai sekam bakar, cocopeat, dan rumput laut yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan air di media tanam.
Bila lupa menyiram taman vertikal, rumput laut bisa mengeluarkan cadangan air sebagai nutrisi sehingga kondisi tanaman tetap segar. Agar tanaman tumbuh indah, imbuh Agung, sebaiknya dilakukan penyiraman sehari sekali. Sayangnya, oleh karena biaya dan cara pembuatannya kurang praktis, masih banyak orang enggan membuat taman vertikal.
Manfaat Taman Vertikal
1. Menambah keindahan alami lingkungan
2. Menciptakan taman cantik di lahan terbatas
3. Menahan panas dari luar
4. Mengurangi tingkat kebisingan suara
5. Mengurangi polusi udara
6. Menangkap partikel-partikel kotoran
7. Mengurangi efek tampias hujan
8. Meningkatkan suplai oksigen
Senin, 17 Mei 2010
Sumber : http://balitklimat.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=129&Itemid=9
Rabu, 07 April 2010
Minggu, 28 Februari 2010

BERTANAM BUAH NAGA DI POT
Tanaman buah naga bisa digunakan sebagai tanaman hias untuk memperindah halaman rumah sekaligus bisa dinikmati buahnya.. Tentunya sangat menyenangkan bila kita bisa memetik sendiri dan menikmati buah naga, buahnya dapat dipetik setiap minggu apabila sudah memiliki lebih dari 10 cabang produksi.
Kelebihan penanaman buah naga di pot adalah kita biasa memindahkan dan mengatur letak tanaman sesuai keinginan. Tetapi untuk menghasilkan tanaman buah naga yang produktif tetap harus diketahui cara perawatan dan pemupukan yang benar.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam pembudidayaan buah naga di pot :
1. Menyiapkan Pot
Anda bisa menggunakan berbagai jenis pot dari bahan semen, plastic, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Tetapi menurut pengalaman, pot dari bahan tanah liat adalah yang paling ideal karena tanaman buah naga membutuhkan perubahan suhu yang drastic dari siang ke malam dalam proses pembungaan. Ukuran pot yang digunakan semakin besar semakin baik, minimal berdiameter sekitar 40cm.
2. Menyiapkan Tiang Panjatan
Tanaman buah naga membutuhkan tiang panjatan untuk menopang supaya tidak roboh. Nantinya tiang ini akan dililit akar udara dan akan menopang beberapa cabang produksi yang berat yang tentu saja perlu dipilih dari bahan yang kuat tetapi juga perlu diperhatikan jangan sampai pot tidak bisa menahan beban berat tiang panjatan.
Sebaiknya tiang panjatan dibuat dari besi beton berdiameter 8-10 cm, atau balok kayu yang kuat dan tahan lama karena usia buah naga yang bisa mencapai puluhan tahun. Tinggi tiang antara 150-200 cm disesuaikan dengan besar pot. Pada bagian bawah tiang diberi kaki-kaki penguat agar nantinya bisa kuat dan tidak mudah goyah. Untuk tiang dari besi beton, bagian yang terpendam dalam tanah bisa diberi aspal untuk menghindari karat. Untuk bagian atas tiang diberi piringan yang berbentuk seperti stir mobil yang berfungsi untuk menyangga cabang-cabang produksi yang banyak.
3. Media Tanam
Setelah pot dan tiang panjatan sudah selesai disiapkan, selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Bahan-bahannya adalah pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 2:1:3:1. Anda juga bisa menambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit (kapur pertanian) sebanyak 100 g dicampur rata dengan bahan-bahan tersebut. Kemudian media tanam disiram dengan air hingga kondisi jenuh dan dibiarkan selama sehari semalam.
4. Penanaman bibit
Bibit sebaiknya dipilih yang besar, dari batang tua yang berwarna hijau tua keabuan dan bebas dari penyakit. Idealnya panjang bibit yang ditanam minimal 30 cm. Selanjutnya bibit ditanam disekitar tiang panjatan dengan kedalaman 10 cm, jangan terlalu dalam karena akan mengakibatkan pertumbuhan yang kurang bagus. Setelah ditanam media tanam ditekan-tekan agar bibit tidak mudah roboh. Selanjutnya media tanam disiram dengan air dan diletakkan ditempat terbuka tidak ternaungi yang terkena sinar matahari langsung.
5. Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman buah naga yang ditanam di pot tidak jauh beda dengan buah naga yang ditanam dikebun yaitu meliputi pemupukan, penyiraman dan pemangkasan cabang yang tidak diperlukan ( untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di http://www.buahnaga.us ) .Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah tanaman dipastikan menempel dengan baik pada tiang panjatan dan tidak roboh, oleh karena itu perlu dilakukan pengikatan batang buah naga pada tiang dengan menggunakan tali atau kawat dengan bentuk ikatan seperti angka ‘8’ tidak boleh terlalu kencang karena bisa merusak batang atau cabang seiring pertumbuhannya yang semakin membesar.
Cabang hasil pemangkasan bisa ditanam kembali untuk menambah jumlah bibit yang bisa di tanam di pot yang lain. Semoga bermanfaat.
Kamis, 28 Januari 2010
Kamis, 14 Januari 2010
Hati hati penipuan dengan modus menjual hidrogel murah


Beberapa hari ini ada sejumlah sms masuk yang menawarkan hidrogel dengan harga murah, dicantumkan juga nomor rekening yang bisa digunakan untuk transfer pembelian hidrogel.
Tetapi sayangnya, pengirim sms tersebut sama sekali tidak menunjukkan identitas nama ataupun alamat yang bisa dihubungi atau apapun yang bisa menunjukkan identitas. Untuk itu kami harapkan anda hati – hati, setiap kali melakukan transaksi,pastikan dulu kebenaran atas informasi yang anda terima.
Jika anda menerima sms yang mengatakan itu sms dari kami, silahkan kontak kami melalui nomor yang ada. Yang perlu diketahui, kami sama sekali tidak pernah mengirim sms promosi atau email promosi (spam) ke siapapun. Jika kami mengirim sms atau email, hal tersebut dimaksudkan untuk menjawab sms atau email yang masuk ke inbox kami.
Ditengarai bahwa pengiriman sms yang menginformasikan tentang hidrogel murah tersebut adalah bentuk model penipuan baru dengan memanfaatkan nomor kontak telpon yang ada di blog ini, bagi reseller/agen yang tercantum di blog ini, harap hati- hati menerima apapun bentuk sms tersebut, pastikan terlebih dahulu kebenarannya sebelum melakukan transaksi.
Semua bentuk transaksi online adalah mengandalkan faktor kepercayaan antara penjual dan pembeli, karena rata – rata antara penjual dan pembeli hampir tidak pernah kenal dan bertemu muka. Hal ini dimanfaatkan oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencoba mengambil manfaat dari kondisi ini untuk mengambil keuntungan pribadi tanpa memikirkan perasaan orang yang ditipunya.
Sekali lagi, kami ingatkan kepada anda agar berhati – hati dalam setiap transaksi, jangan hanya tergiur harga murah tetapi anda akan kecewa karena barang tidak dikirim ke alamat anda. Silahkan kontak kami jika anda ada pertanyaan atau apapun tentang hidrogel.
Selasa, 12 Januari 2010
Penyiraman Senseviera

Sansevieria merupakan tanaman tropis yang sudah lama dikenal dan dibudidayakan masyarakat Indonesia. Apakah tanaman ini kuat penyiraman? Bagaimana cara penyiraman yang benar? Berikut tips menarik, untuk penggemar tanaman penyerap racun itu.
Sansevieria merupakan tanaman tropis yang sudah lama dikenal dan dibudidayakan masyarakat Indonesia. Bahkan, tanaman yang diketahui mampu menyerap racun ini pun banyak dijumpai di pinggir jalan raya.
Namun, sejak awal abad ke-19, tanaman ini pun mulai naik pamornya. Sansevieria dianggap sebagai komoditas tanaman hias yang penting di dunia. Bentuk dan corak daunnya yang indah dan sangat beragam ternyata mampu memikat hati para penggemar tanaman hias.
Untuk mendapatkan sansevieria yang indah dan memukau, tentu tidak terlepas dari teknik perawatan yang tepat. Sifatnya yang bandel dan tahan terhadap kondisi tumbuh seperti apa pun, membuat sansevieria sangat mudah dirawat. Namun tetap saja, kita harus sungguh-sungguh dalam melakukan perawatan tersebut.
Salah satu faktor yang perlu diketahui dalam perawatan sansevieria ini adalah penyiraman.
Penyiraman merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dan mengganti kehilangan air dari media. Besarnya kebutuhan air sangat dipengaruhi oleh jenis sansevieria, fase pertumbuhan tanaman, suhu lingkungan, kondisi pencahayaan, dan kondisi lingkungan (indoor atau outdoor).
Media Tanam Sansevieria
Senin, 11 Januari 2010
Hidroponik
Untuk mengatasi kendala tersebut, saat ini dikembangkan sistem penanaman dengan sistem "hidroponik sederhana". Sistem ini dapat dilakukan oleh siapa saja, para ibu rumah tangga dapat melakukan karena pembuatan dan pemeliharaannya sangat mudah dan praktis.







